TRENMEDIA.BIZ.ID - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, ribuan mahasiswa yang berasal dari luar daerah mulai disibukkan dengan pencarian tempat tinggal atau kos-kosan di sekitar kampus. Aktivitas ini menjadi krusial karena hunian yang tepat akan sangat menunjang efektivitas serta kenyamanan selama menempuh masa studi.
Dikutip dari detikcom, pengamat properti sekaligus Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto, memberikan panduan mendalam bagi para mahasiswa dalam memilih hunian. Menurutnya, langkah terbaik dalam mencari kos adalah dengan mendatangi langsung lokasi secara fisik agar calon penghuni tidak terjebak oleh foto atau deskripsi yang tidak sesuai di internet.
Terkait jarak ideal, Steve menyarankan mahasiswa untuk mencari kos yang berjarak maksimal 3 kilometer dari kampus. Jika memungkinkan, mendapatkan hunian dengan radius di bawah 1 kilometer akan jauh lebih menguntungkan karena mobilitas mahasiswa cenderung tinggi dan tidak menentu.
Selain aspek jarak, pemilihan jenis kos yang sesuai dengan gender juga menjadi poin krusial demi faktor keamanan. Steve menegaskan agar mahasiswa lebih memilih tempat kos yang tidak bercampur antara laki-laki dan perempuan demi menjaga kenyamanan pribadi.
"Kita harus memilih kos yang sesuai dengan gender agar jauh lebih aman," ungkap Steve Sudijanto.
Bagi mahasiswa yang membawa kendaraan pribadi, khususnya mobil, aspek ketersediaan lahan parkir wajib diperhatikan secara detail. Seringkali, kos-kosan modern memiliki keterbatasan lahan yang bahkan tidak cukup untuk menampung sepeda motor, apalagi mobil.
"Kita harus bertanya ke pemilik kos apakah tersedia parkiran untuk mobil itu. Terus yang berikutnya kalau memang ada, berapa biayanya," ujar Steve Sudijanto.
Selain fasilitas, aspek finansial harus diperhitungkan dengan matang agar tidak membebani pengeluaran bulanan di masa depan. Steve menyarankan mahasiswa untuk menanyakan secara rinci apakah biaya sewa sudah mencakup biaya utilitas seperti listrik dan air.
"Anggarannya berapa? Terus yang berikutnya, apakah sudah termasuk listrik atau belum. Sebetulnya dulu itu ada fasilitas cuci dan setrika, tapi sekarang sudah tidak ada karena cuci dan setrika itu sudah diambil alih oleh laundry kiloan," jelas Steve Sudijanto.