TRENMEDIA.BIZ.ID - Pemerintah Indonesia kini tengah merancang langkah strategis untuk membenahi struktur keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh. Upaya ini dilakukan melalui pengalihan aset prasarana milik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada pemerintah.

Langkah ini diambil untuk meringankan beban finansial yang selama ini menekan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Dikutip dari Liputan6, kebijakan tersebut menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam menata kembali kinerja BUMN terkait.

Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya keras merampungkan skema penyelesaian ini. Ia memastikan bahwa keputusan final terkait kewajiban keuangan tersebut akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

"Ini juga termasuk. Ya ini saya yang menyelesaikannya. Jadi kita berupaya menyelesaikannya sudah ada keputusan tentunya," ujar Dony Oskaria.

Penyelesaian masalah utang ini ditargetkan tuntas secara bertahap dalam waktu yang tidak lama. Pemerintah memilih pendekatan yang terukur agar setiap kendala dapat diselesaikan satu per satu.

"Tinggal, mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini akan segera beres. Sabar, kita selesaikan satu-satu," kata Dony Oskaria.

Salah satu mekanisme yang tengah dimatangkan adalah pola hibah aset prasarana dari KCIC kepada pemerintah. Langkah ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi BUMN untuk memulihkan kondisi neraca keuangannya.

"Insya Allah kemungkinan akan dilakukan dengan pola demikian, akan dihibahkan. Nah karena itu, maksud saya itu satu-satu. Satu-satu kita bereskan. Mohon kesabarannya. Lagi menunggu semoga segera," beber Dony Oskaria.

Beban finansial dari proyek ini memang memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap laporan keuangan para pemegang saham di konsorsium PSBI. Kondisi ini membuat perusahaan konstruksi BUMN, seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, ikut menanggung beban dari tagihan yang belum terselesaikan.