TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengalami tantangan signifikan pada kinerja penjualan emas sepanjang semester I-2026. Data yang dihimpun menunjukkan adanya penurunan volume penjualan yang cukup tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dikutip dari Bloombergtechnoz, perseroan tercatat hanya mampu melepas 21.091 oz emas pada enam bulan pertama tahun 2026. Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 45,9 persen dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai 38.993 oz.

Kondisi serupa juga dialami pada segmen penjualan perak yang mengalami kontraksi hingga 59 persen. Volume penjualan komoditas perak merosot menjadi 44.258 oz dari sebelumnya sebesar 109.728 oz.

Penurunan kinerja ini dipicu oleh kebijakan pungutan ekspor logam mulia yang membuat banyak eksportir mengalihkan pasokannya ke pasar domestik. Hal ini menyebabkan kelebihan pasokan di dalam negeri yang menekan harga jual di tingkat lokal.

Selain faktor eksternal, BRMS juga menghadapi kendala operasional berupa pengupasan lapisan penutup di tambang River Reef, Pobaya. Aktivitas tersebut berdampak langsung pada penurunan volume produksi sejak awal tahun 2026.

"Kami yakin untuk dapat mengatasi kendala dan tantangan yang ada saat ini," ujar Direktur Utama & CEO BRMS, Agoes Projosasmito.

Manajemen perusahaan kini tengah fokus mempercepat pengembangan fasilitas pengolahan untuk meningkatkan efisiensi. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memperbaiki kinerja operasional di paruh kedua tahun ini.

"Kami juga masih sesuai skedul untuk menyelesaikan peningkatan kapasitas di salah satu pabrik kami dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari pada akhir tahun ini," kata Agoes Projosasmito.

Untuk memastikan keberlanjutan distribusi, BRMS telah menjalin kontrak penjualan emas dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hingga Juni 2028. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pengembangan tambang bawah tanah dengan kadar emas tinggi untuk operasional di tahun 2027.