TRENMEDIA.BIZ.ID - Komunitas otomotif Brotherhood Squad Indonesia baru saja merampungkan agenda Touring ke-18 yang dikombinasikan dengan pelatihan berkendara aman atau Safety Riding Course. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Horison Puncak-Cipanas, Jawa Barat, pada 1 Agustus 2026.

Dikutip dari Detik Oto, acara ini diselenggarakan sebagai langkah strategis komunitas untuk meningkatkan keterampilan berkendara sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Sebanyak 130 peserta tercatat mengikuti rangkaian kegiatan edukatif tersebut dengan antusias.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan perjalanan bersama bertajuk Saturday Morning Ride menuju kawasan Puncak. Agenda ini dirancang secara khusus untuk membentuk karakter pengendara yang lebih bertanggung jawab saat beraktivitas di jalan umum.

Ketua Umum Brotherhood Squad Indonesia menegaskan komitmen organisasinya dalam menjaga standar etika berkendara bagi seluruh anggotanya. Langkah ini diambil guna memastikan para pengendara tetap aman saat melintasi berbagai medan jalan.

"Acara ini kami adakan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh rekan-rekan bikers betapa pentingnya menyelaraskan antara skill dan attitude dalam berkendara. Memiliki keterampilan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan etika yang baik di jalan raya," ujar Leo Sunario.

Untuk memberikan materi yang berkualitas, panitia menggandeng instruktur profesional dari ARX Academy, yakni Coach Aldi Reynold. Para peserta menerima pembekalan mendalam, baik secara teori maupun praktik langsung di lapangan.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai teknik krusial, seperti pengaturan postur tubuh yang benar saat berkendara. Selain itu, peserta juga dilatih mengenai teknik pengereman yang efektif serta cara mengantisipasi titik buta atau blind spot di jalan raya.

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk brand roda dua asal Italia, Morbidelli, yang menjadi sponsor utama. Dukungan tersebut mencerminkan sinergi antara komunitas dan industri dalam mengampanyekan keselamatan berkendara.

Melalui penyelenggaraan edukasi keselamatan yang ke-18 ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan. Mereka diharapkan dapat memberikan contoh positif bagi pengguna jalan lainnya di masa depan.