TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Sinergi Teknologi Solusindo resmi memperkenalkan inovasi terbaru mereka, NextSense Intelligence Platform, pada Jumat (31/7/2026). Inovasi ini hadir sebagai solusi untuk mengintegrasikan berbagai data operasional industri secara langsung.

Langkah strategis ini diambil perusahaan untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus meminimalkan risiko gangguan produksi yang sering terjadi. Dikutip dari Investor Daily, sistem ini dirancang untuk menghubungkan sensor, perangkat lapangan, dan jaringan komunikasi dalam satu platform terpadu.

Banyak fasilitas industri saat ini menghadapi kendala berupa data operasional yang tersebar di berbagai sistem yang tidak saling terhubung. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi masalah teknis di lapangan.

"NextSense dikembangkan untuk menyatukan berbagai sumber data dalam satu dashboard sehingga operator, tim engineering, hingga manajemen dapat memperoleh gambaran kondisi operasional secara menyeluruh," kata CEO PT Sinergi Teknologi Solusindo, Agustian Hermawan.

Platform ini dilengkapi dengan fitur pemantauan proses produksi, manajemen energi, hingga pengawasan tangki penyimpanan. Selain itu, sistem ini juga menyediakan analisis histori serta peringatan dini untuk menunjang pengambilan keputusan.

"Tujuan NextSense bukan hanya menampilkan banyak angka, tetapi membantu perusahaan memahami apa yang sedang terjadi, mana yang perlu diprioritaskan, dan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan lebih dulu," ujar Agustian Hermawan.

Pada tahap awal pengembangannya, sistem yang bersifat modular dan vendor-agnostic ini difokuskan untuk mendukung industri kelapa sawit. Fokus utama pemantauannya mencakup area krusial seperti boiler, turbin, hingga utilitas energi perusahaan.

Penerapan teknologi ini ditujukan sebagai pendukung keputusan manusia, bukan untuk menggantikan peran operator maupun teknisi di lapangan. Dengan demikian, kontrol utama tetap berada di tangan sumber daya manusia yang kompeten.

"Dengan demikian, keputusan tetap berada di tangan manusia dengan dukungan informasi yang lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi," kata Agustian Hermawan.