TRENMEDIA.BIZ.ID - Balai Taman Nasional (BTN) Bunaken mengambil langkah pencegahan dini dengan memutuskan untuk menutup sementara aktivitas pendakian menuju puncak Gunung Manado Tua. Keputusan ini diambil untuk memitigasi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Penutupan sementara ini didasari oleh kekhawatiran akan potensi kebakaran yang dapat terjadi, serupa dengan insiden yang pernah melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian alam di wilayah taman nasional.
Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, I Ketut Catur Marbawa, menyatakan bahwa penutupan ini akan segera diperkuat dengan penerbitan surat resmi. "Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan sama seperti kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat," ujar I Ketut Catur Marbawa di Manado, Kamis (13/8).
Beliau menambahkan bahwa surat imbauan yang menyertai penutupan ini juga berfungsi sebagai ajakan kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengingatkan dan mengajak masyarakat agar tidak melakukan pembakaran kawasan pertanian yang berdekatan dengan hutan atau lahan gambut.
"Saya akan cek lagi sebentar (surat penutupan) apakah sudah selesai," ungkapnya terkait status surat edaran tersebut.
I Ketut Catur Marbawa menekankan kerentanan praktik membuka lahan dengan cara membakar. Oleh karena itu, imbauan ini tidak hanya ditujukan kepada masyarakat di sekitar Manado Tua, tetapi juga kepada seluruh masyarakat yang tinggal di dalam maupun berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Bunaken.
"Memang agak rentan (membuka lahan) dengan cara membakar. Karena itu kami mengimbau masyarakat tidak hanya di Manado Tua, tapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan Taman Nasional Bunaken," jelasnya.
Sebelumnya, tim dari BTN Bunaken telah melakukan peninjauan langsung ke Gunung Manado Tua. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi vegetasi yang berpotensi terdampak oleh musim kemarau yang panjang.
"Nah memang kelihatannya kondisi vegetasi dalam keadaan kering, ini mudah sekali terbakar," kata I Ketut Catur Marbawa mengenai temuan timnya.
