TRENMEDIA.BIZ.ID - Dikutip dari Investor Daily, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara resmi mengumumkan adanya perubahan pada struktur pemegang saham pengendali perusahaan. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan laporan kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) untuk periode semester I-2026.
Perubahan struktur pengendali di bank swasta terbesar di Indonesia tersebut terjadi menyusul kabar duka meninggal dunianya Bambang Hartono. Beliau merupakan salah satu pemegang saham penting di PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA) yang selama ini menjadi entitas pengendali terakhir bagi BCA.
Di sisi lain, PT Indofood Sukses Makmur Tbk mencatatkan performa operasional yang cukup solid sepanjang semester pertama tahun 2026. Perusahaan mencatatkan kenaikan penjualan neto sebesar 9 persen menjadi Rp 65,53 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 59,84 triliun.
Kinerja positif juga terlihat pada perolehan laba usaha emiten milik Grup Salim tersebut yang melonjak hingga 14 persen. Angka tersebut mencapai Rp 13,29 triliun dengan margin laba usaha yang terjaga di level 20,3 persen.
Namun, terdapat catatan penting terkait laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk perusahaan. Laba tersebut mengalami penurunan sebesar 19 persen menjadi Rp 4,72 triliun pada semester I-2026.
"Perubahan pada struktur pengendali saham BCA terjadi akibat meninggal dunianya Bambang Hartono," ujar Ahmad Rasyid Wibowo, S.Sos., M.I.Kom.
"Almarhum merupakan pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA) yang bertindak sebagai pemegang saham pengendali terakhir emiten perbankan tersebut," tambah Ahmad Rasyid Wibowo, S.Sos., M.I.Kom.
Selain berita korporasi, dinamika juga terjadi di sektor komoditas logam mulia pada Sabtu (1/8/2026). Pergerakan harga emas perhiasan di pasar domestik dilaporkan cukup bervariasi sepanjang hari tersebut.
Sementara itu, harga emas batangan jenis Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak menunjukkan tren pelemahan. Kondisi pasar emas ini menjadi pelengkap informasi ekonomi yang dirilis bersamaan dengan laporan kinerja emiten besar.