TRENMEDIA.BIZ.ID - Masyarakat Indonesia kini dapat menikmati sajian olahan kimpul atau talas dengan lebih nyaman tanpa khawatir muncul rasa gatal di tenggorokan. Pengolahan umbi tradisional ini membutuhkan perhatian khusus agar aman dikonsumsi sebagai alternatif sumber karbohidrat harian.
Rasa gatal pada kimpul umumnya dipicu oleh kandungan getah dan senyawa kalsium oksalat yang masih tertinggal di dalam daging umbi. Oleh sebab itu, tahapan persiapan sebelum proses memasak menjadi kunci utama yang tidak boleh terlewatkan.
Informasi mengenai panduan mengolah bahan pangan lokal ini diperbarui pada Selasa, 4 Agustus 2026. Dikutip dari sajian informasi kuliner kesehatan, langkah praktis disediakan untuk mempermudah pemprosesan kimpul di dapur rumah tangga.
Tahap awal pengolahan dimulai dengan mengupas kulit kimpul secara agak tebal untuk membuang lapisan luar yang kaya getah. Setelah dikupas bersih, umbi hendaknya langsung dicuci menggunakan air mengalir guna membuang sisa kotoran yang menempel.
Langkah krusial berikutnya adalah merendam potongan kimpul ke dalam larutan air garam selama beberapa menit sebelum dimasak. Perendaman ini sangat efektif menetralisir racun alami sekaligus melarutkan kristal oksalat pemicu iritasi pada mulut.
Setelah proses perendaman selesai, kimpul harus dibilas kembali dan direbus di dalam air mendidih sampai matang sempurna. Pemaparan suhu panas secara maksimal akan memastikan seluruh zat pemicu rasa gatal terurai sepenuhnya.
"Dengan mengikuti langkah pengupasan, perendaman, dan perebusan yang benar, kimpul akan menghasilkan tekstur yang empuk, gurih, serta aman untuk dikonsumsi," kata Sari Rahmawati, S.H., M.H.
Kimpul yang sudah aman dikonsumsi dapat ditandai dari teksturnya yang empuk saat ditusuk garpu dan tidak meninggalkan sensasi tebal di lidah. Dengan penerapan teknik memasak yang benar, hidangan umbi tradisional ini siap disajikan secara lezat dan menyehatkan.