TRENMEDIA.BIZ.ID - Media sosial X Indonesia baru-baru ini diramaikan dengan perbincangan hangat mengenai umbi kimpul. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Xanthosoma ini mendadak menjadi pusat perhatian warganet hingga memuncaki daftar tren.
Dikutip dari Detikcom, tanaman ini termasuk dalam suku talas-talasan atau Araceae. Jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah spesies Xanthosoma sagittifolium.
Sebagai tumbuhan berbunga, kimpul dikenal menyimpan cadangan karbohidrat yang melimpah pada bagian umbi batangnya. Selain karbohidrat, umbi ini juga kaya akan protein, lemak, serta berbagai vitamin dan mineral penting.
"Kimpul menyimpan senyawa bioaktif diosgenin yang berfungsi sebagai antikanker, penghambat proliferasi sel, dan penurun kadar gula darah," ujar Layla Husna, S.IP., M.Hub.Int.
Ia juga menambahkan bahwa kandungan Polisakarida Larut Air (PLA) yang terdapat di dalam kimpul memiliki peranan penting bagi tubuh. "Kandungan PLA di dalamnya turut membantu melancarkan sistem pencernaan," kata Layla Husna, S.IP., M.Hub.Int.
Meskipun sering dianggap sama, kimpul dan talas sebenarnya berasal dari genus yang berbeda. Kimpul berasal dari genus Xanthosoma, sementara talas berasal dari genus Colocasia.
Perbedaan fisik keduanya terletak pada pola pertumbuhannya. Kimpul memiliki satu umbi induk yang dikelilingi oleh banyak umbi anak, sedangkan talas lebih banyak memusatkan pertumbuhan pada umbi utamanya.
Dari segi rasa dan tekstur, kimpul setelah direbus atau dikukus cenderung lebih lembut, pulen, dan memiliki cita rasa manis alami. Hal ini berbeda dengan talas yang umumnya memiliki tekstur lebih padat saat dimasak.
Saat ini, kimpul telah diolah menjadi berbagai hidangan modern seperti taco kimpul, gethuk, hingga tepung untuk bahan mi. Kreativitas masyarakat dalam mengolah umbi ini membuktikan bahwa pangan lokal memiliki potensi kuliner yang tinggi.