TRENMEDIA.BIZ.ID - Daging masak habang merupakan hidangan tradisional asal Kalimantan Selatan yang menjadi pelengkap utama nasi kuning. Masakan ini sangat populer di kalangan Suku Banjar dan sering disajikan dalam berbagai acara adat maupun di warung makan lokal.

Cita rasa yang ditawarkan oleh olahan ini adalah perpaduan manis, gurih, dan sedikit pedas. Meskipun warnanya merah pekat, rasa dominan masakan ini justru berasal dari kombinasi gula merah dan berbagai rempah pilihan.

Warna merah yang memikat pada masakan ini tidak menggunakan pewarna buatan. Keunikan warnanya berasal dari penggunaan cabai merah kering yang diolah dengan teliti.

"Penambahan kayu manis turut dimasukkan ke dalam olahan untuk memberikan aroma rempah yang semakin kuat," ujar Detikcom.

Istilah habang sendiri merujuk pada bumbu merah khas Banjar yang bersifat serbaguna. Bumbu ini tidak hanya lezat untuk daging sapi, tetapi juga cocok dipadukan dengan telur, ayam, hingga ikan.

Dikutip dari Detikcom, proses pengolahan diawali dengan membersihkan daging dan merebus cabai merah kering hingga lunak. Bumbu halus yang terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, dan jahe kemudian ditumis hingga harum sebelum daging dimasukkan.

Untuk hasil maksimal, daging dimasak bersama kayu manis dan gula merah hingga kuah menyusut. Penggunaan api sedang sangat disarankan agar bumbu meresap sempurna ke dalam serat daging hingga teksturnya menjadi empuk.

Pemilihan bagian daging sangat krusial untuk menentukan hasil akhir masakan. Bagian sengkel atau has dalam sangat direkomendasikan karena memiliki tekstur yang lembut dan mampu menyerap bumbu dengan baik.

Proses perebusan daging sebaiknya dilakukan selama 45 hingga 60 menit dengan api kecil atau menggunakan panci presto selama 20 hingga 30 menit. Langkah ini memastikan daging tidak alot saat dinikmati bersama nasi kuning atau lontong.