TRENMEDIA.BIZ.ID - Jajaran saham perbankan berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja negatif pada penutupan perdagangan Senin (3/8/2026). Seluruh emiten bank besar kompak mengalami koreksi harga di akhir sesi pasar.
Penurunan tersebut dialami oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 0,40% ke level Rp 6.300. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 0,28% ke posisi Rp 3.520 per saham.
Emiten perbankan lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), turut melemah sebesar 0,66% menjadi Rp 3.020. Adapun PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami koreksi sebesar 0,48% ke harga Rp 4.170 per saham, sebagaimana dikutip dari Keuangan.
Meskipun pasar ditutup dalam zona merah, pergerakan saham sektor perbankan diprediksi akan terus berfluktuasi sepanjang pekan ini. Investor kini tengah memantau berbagai indikator ekonomi krusial seperti inflasi dan nilai tukar rupiah.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah serta nilai transaksi pemodal asing. Transisi kepemimpinan di Bank Indonesia juga menjadi salah satu faktor penentu sentimen pasar ke depan.
Terkait kondisi pasar saat ini, Analis Investasi Infovesta Utama, Ekky Topan, memberikan pandangannya mengenai potensi pergerakan saham perbankan. Ia menilai bahwa dinamika pasar tetap terbuka bagi investor yang ingin masuk secara cermat.
"Saham bank diperkirakan masih bergerak fluktuatif, tetapi peluang rebound secara selektif tetap terbuka," ujar Ekky.
Di sisi lain, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menyoroti pentingnya peninjauan indeks MSCI pada bulan Agustus. Hal tersebut dinilai krusial karena berpotensi memengaruhi arus dana masuk maupun keluar dari pemodal asing.
Dalam menyikapi kondisi ini, Muhammad Wafi menyarankan kepada para pelaku pasar untuk mulai melakukan akumulasi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Langkah ini dianggap sebagai strategi yang tepat untuk mengantisipasi potensi pemulihan harga.