TRENMEDIA.BIZ.ID - Banyak di antara kita memiliki kebiasaan menekan kantong teh menggunakan sendok saat menyeduh minuman. Tujuannya sederhana, yakni memastikan seluruh sari teh keluar agar rasanya lebih kuat dan pekat.
Kebiasaan yang sering dianggap benar ini ternyata justru memicu perdebatan di media sosial, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Banyak penikmat teh yang belum menyadari adanya dampak kimiawi di balik tindakan tersebut.
Tekanan pada kantong teh sebenarnya memaksa pelepasan senyawa tanin secara berlebihan ke dalam air seduhan. Tanin sendiri merupakan zat alami yang memberikan sensasi sepet serta rasa pahit yang tajam di lidah.
"Menyeduh teh memungkinkan rasa untuk diekstraksi secara seimbang, mengeluarkan rasa manis alami, aroma, dan karakter teh. Namun meremas kantong teh berarti memaksa keluar cairan yang terperangkap di dalam daun, yang seringkali lebih tinggi taninnya," ujar Henry Boocock, Master Blender Teh Yorkshire.
Dikutip dari Detikcom, Henry Boocock menjelaskan bahwa proses ekstraksi alami sebenarnya sudah cukup untuk mengeluarkan aroma dan rasa secara seimbang. Namun, tindakan memeras justru merusak keseimbangan profil rasa yang seharusnya halus dan nikmat.
Ekstraksi paksa memang membuat warna air teh tampak lebih pekat dan kuat secara visual. Sayangnya, hal ini justru mengubah karakter rasa teh dari yang semula lembut menjadi sangat pahit dan kering saat diminum.
Kandungan polifenol dan tanin dalam teh sebenarnya tetap berada dalam kondisi stabil jika diseduh dengan cara yang normal. Pemerasan kantong teh secara mendadak justru merusak keseimbangan komponen alami tersebut.
Untuk mendapatkan hasil optimal, para ahli menyarankan teknik penyeduhan yang sederhana dan tepat. Langkah awal yang disarankan adalah menuangkan air yang baru mendidih langsung ke atas kantong teh di dalam gelas.
Idealnya, proses perendaman harus dibiarkan berlangsung selama 4 hingga 5 menit agar aromanya keluar sempurna. Durasi ini cukup untuk menghasilkan karakter teh yang diinginkan tanpa harus memicu rasa pahit yang berlebihan.