TRENMEDIA.BIZ.ID - Sejarah dunia mencatat peristiwa alam fenomenal yang terjadi pada akhir abad ke-20 silam. Letusan Gunung Pinatubo di Filipina menjadi salah satu bencana vulkanik paling berdampak bagi iklim global.
Peristiwa ini dianggap sangat luar biasa karena kemampuannya dalam memengaruhi kondisi atmosfer secara luas. Dampak yang dihasilkan bahkan mampu menurunkan suhu rata-rata permukaan Bumi secara signifikan selama dua tahun berturut-turut.
Dikutip dari laman resmi US Geological Survey (USGS) dan NASA, puncak letusan gunung tersebut terjadi pada tanggal 15 Juni 1991. Kejadian ini tercatat sebagai salah satu erupsi gunung berapi terbesar yang pernah terjadi dalam kurun waktu abad ke-20.
Peristiwa ini memberikan dampak yang bersifat global karena menyebarkan material vulkanik dalam jumlah sangat masif. Material tersebut terlontar langsung menuju lapisan atmosfer Bumi dan menutupi sebagian besar wilayah cakrawala.
"Letusan gunung ini mencapai puncaknya pada 15 Juni 1991 dan tercatat sebagai salah satu letusan gunung berapi terbesar pada abad ke-20 yang berdampak global karena menyemburkan material dalam jumlah masif langsung ke atmosfer," ujar US Geological Survey (USGS) dan NASA.
Pada masa awal erupsi berlangsung, Gunung Pinatubo memuntahkan sekitar 5 kilometer kubik magma ke udara. Volume material yang sangat besar ini dilepaskan secara sekaligus ke lingkungan sekitar gunung.
Selain magma, erupsi tersebut juga menghasilkan kolom letusan yang sangat tinggi. Kolom abu vulkanik tersebut membubung hingga mencapai ketinggian sekitar 40 kilometer di atas permukaan laut.
"Dahsyatnya erupsi tersebut bahkan menembus lapisan stratosfer," tulis US Geological Survey (USGS) dan NASA dalam catatan resmi mereka.
Hingga saat ini, para ilmuwan masih terus mempelajari jejak peristiwa tersebut untuk memahami pola perubahan iklim. Data yang dihimpun dari letusan Pinatubo menjadi referensi penting dalam mitigasi bencana vulkanik di masa depan.