TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi yang signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026. Perusahaan membukukan angka penjualan sebesar Rp65,53 triliun, naik 9 persen dibandingkan capaian Rp59,84 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.

Dikutip dari Beritasatu, peningkatan kinerja operasional yang solid menjadi motor utama bagi pertumbuhan perseroan di tengah dinamika pasar global yang menantang. Selain penjualan, laba usaha perusahaan juga tercatat naik 14 persen menjadi Rp13,29 triliun dengan marjin laba yang stabil di angka 20,3 persen.

Meskipun operasional berjalan positif, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru mengalami koreksi sebesar 19 persen menjadi Rp4,72 triliun. Hal ini dipicu oleh adanya beban rugi selisih kurs yang belum terealisasi akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

"Di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung, Indofood membukukan kinerja yang solid pada semester pertama di tahun 2026," ujar Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood.

Terkait langkah strategis perusahaan ke depan, manajemen menegaskan komitmen untuk menjaga kesehatan neraca keuangan. Fokus utama tetap pada penciptaan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah kondisi pasar yang dinamis.

"Kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," tutur Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood.

Anak perusahaan, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), turut memberikan kontribusi positif dengan mencatat kenaikan penjualan neto sebesar 11 persen menjadi Rp41,86 triliun. Namun, laba bersih ICBP juga mengalami tekanan sebesar 33 persen menjadi Rp3,70 triliun akibat faktor rugi selisih kurs yang sama.

"Di tengah situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap waspada. Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas," sebut Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP.

Hingga 30 Juni 2026, total aset yang dimiliki oleh INDF berada di posisi Rp231,24 triliun. Dengan jumlah liabilitas sebesar Rp106 triliun dan ekuitas Rp124 triliun, perseroan dinilai memiliki struktur neraca yang tetap terjaga dengan likuiditas yang memadai.