TRENMEDIA.BIZ.ID - Perubahan cara mengekspresikan kasih sayang sering kali terjadi saat anak mulai menginjak usia remaja. Dikutip dari HaiBunda pada Rabu (05/08/2026), anak-anak pada rentang usia 10 hingga 16 tahun kerap merasa canggung atau malu ketika dipeluk dan dicium oleh orang tua mereka di depan teman-teman sebaya.
Mantan Direktur Medis The Corner Health Center di Ypsilanti, Dr. Kathryn Bondy Fessler, menjelaskan bahwa sikap penolakan tersebut tidak semata-mata dipicu oleh pubertas. Kondisi ini lebih didorong oleh keinginan anak untuk membangun kemandirian serta membentuk identitas diri di dalam lingkungan sosialnya.
"Sikap anak yang menolak bentuk kasih sayang fisik di depan umum merupakan bagian dari tahap perkembangan yang sangat normal," kata Dr. Kathryn Bondy Fessler.
"Keinginan anak untuk lebih dekat dan mengidentifikasi diri dengan kelompok sebayanya sangat berkaitan erat dengan keputusan rentang usia remaja mereka," ujar Dr. Kathryn Bondy Fessler.
"Tugas utama seorang remaja dan dewasa muda memang memisahkan diri dari keluarga asal demi mengidentifikasi diri dengan teman sebaya, meskipun hal ini kerap mengganggu hubungan emosional kedua belah pihak," tutur Dr. Kathryn Bondy Fessler.
Sementara itu, terapis anak dan keluarga, Rekha Chagarlamudi, menilai bahwa ungkapan kasih sayang fisik di tempat umum sering kali dianggap anak sebagai hambatan sosial. Proses pemahaman terhadap isyarat sosial ini umumnya sudah mulai tumbuh sejak anak memasuki usia sekolah dasar.
"Anak-anak mulai peka terhadap pandangan kelompok sebayanya sejak usia 7 atau 8 tahun, dan perubahan sikap ini makin terlihat jelas saat mereka menginjak usia 10 hingga 13 tahun," jelas Rekha Chagarlamudi.
"Orang tua sering kali merasa sulit menerima fase ini karena selalu merindukan masa-masa ketika anak mereka masih menjadi balita yang menggemaskan," ungkap Rekha Chagarlamudi.
Sebagai solusi praktis dalam menyikapi penyesuaian ini, orang tua disarankan untuk membuka komunikasi dua arah yang tenang. Orang tua dapat bernegosiasi guna menyepakati batasan ekspresi kasih sayang yang membuat anak tetap merasa nyaman di ruang publik.