TRENMEDIA.BIZ.ID - Sebanyak 693 siswa dan 14 guru di SMKN 6 Semarang dilaporkan mengalami gejala keracunan massal. Peristiwa tersebut terjadi setelah mereka mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan di sekolah.
Insiden ini segera mendapat perhatian serius dari berbagai pihak terkait di Kota Semarang. Para korban yang terdampak langsung mendapatkan penanganan medis di puskesmas serta rumah sakit terdekat.
Dikutip dari detikJateng, pihak berwenang telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi Semarang. Penutupan ini bersifat sementara selama proses investigasi berlangsung.
Tindakan tersebut diambil setelah dilakukannya koordinasi lintas sektor pada Jumat (31/7). Tim investigasi yang terlibat terdiri dari KPPG Semarang, unsur kepolisian, TNI, serta Dinas Kesehatan Kota Semarang.
"Kemarin (Jumat-31/7) kami sudah melakukan investigasi lintas sektor yang melibatkan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Koordinator Regional Jawa Tengah, Koordinator Wilayah Kota Semarang, Koordinator Kecamatan Semarang, Babinsa, Kepolisian (Polrestabes), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang. Makanya dapur kami suspend sementara karena buat kami di BGN, keselamatan penerima manfaat jadi yang utama dan prioritas," ujar Hadi Riajaya.
Selain menghentikan operasional dapur, pihak KPPG Semarang juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi para korban. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh siswa dan guru mendapatkan perawatan yang layak.
Hingga saat ini, pihak terkait masih terus melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan situasi di lapangan. Pemantauan dan evaluasi secara menyeluruh menjadi fokus utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Pihaknya juga mengecek para korban yang diduga keracunan MBG hingga dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Hadi mengatakan, pemantauan dan evaluasi terus dilakukan," kata Hadi Riajaya.
Langkah penghentian sementara ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi tim investigasi untuk menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Prioritas utama saat ini adalah memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh penerima manfaat program MBG.