TRENMEDIA.BIZ.ID - Harga kontrak minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) dilaporkan mengalami pelemahan pada sesi perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Namun, tren ini diperkirakan akan berbalik menjadi penguatan atau bullish pada pekan mendatang.

Koreksi harga terlihat pada beberapa kontrak CPO dengan tenggat waktu pengiriman yang berbeda. Kontrak untuk pengiriman Agustus 2026 tercatat turun 7 ringgit Malaysia per ton menjadi 4.527 ringgit Malaysia.

Kontrak September 2026 juga mengalami pelemahan, tergerus 19 ringgit Malaysia dan berakhir di level 4.606 ringgit Malaysia per ton. Hal serupa terjadi pada kontrak Oktober 2026 yang melemah 9 ringgit Malaysia, ditutup pada harga 4.677 ringgit Malaysia per ton.

Di sisi lain, beberapa kontrak menunjukkan pergerakan positif. Kontrak November 2026 berhasil menguat 2 ringgit Malaysia, mencapai 4.735 ringgit Malaysia per ton.

Tren kenaikan berlanjut pada kontrak Desember 2026 yang terangkat 10 ringgit Malaysia, ditutup pada posisi 4.785 ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Januari 2027 mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 14 ringgit Malaysia, mencapai 4.829 ringgit Malaysia per ton.

"Pergerakan harga CPO pada hari tersebut memang berada dalam tren pelemahan. Alih fungsi atau peralihan permintaan dari China yang mulai meningkatkan pembelian kedelai asal Amerika Serikat menjadi salah satu pemicunya," ujar Girta Yoga, Research and Development ICDX.

"Selain itu, survei terbaru Reuters yang menunjukkan stok bulan Juli berada di level tertinggi dalam lima bulan," tambahnya.

Dalam rentang sepekan terakhir, harga CPO masih mencatatkan penguatan sebesar 1,23%. Jika dihitung sejak awal tahun (year-to-date), komoditas ini telah melonjak hingga 15,70%.

Melihat prospek pekan depan, Girta Yoga memprediksi pergerakan harga CPO berpeluang mengalami penguatan. "Rentang resistance diperkirakan berada di posisi 4.650–4.775 ringgit Malaysia per ton, sedangkan support di kisaran 4.500–4.600 ringgit Malaysia per ton," jelasnya.