TRENMEDIA.BIZ.ID - Industri penerbangan dunia kini tengah menyaksikan perubahan besar melalui kehadiran inovasi pesawat bertenaga listrik. Teknologi ini dikembangkan untuk menciptakan moda transportasi udara yang lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan dibandingkan pesawat konvensional berbahan bakar fosil.
Dikutip dari HaiBunda, pesawat listrik rancangan Beta Technologies menjadi sorotan karena kemampuannya menempuh jarak lebih dari 480 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Pengisian baterai pesawat ini tergolong cepat, yakni hanya membutuhkan waktu sekitar 50 menit dengan biaya operasional sebesar US$13 atau setara dengan Rp235 ribu.
"Teknologi ini memiliki potensi besar untuk merevolusi cara manusia melakukan perjalanan udara serta proses pengiriman barang di masa depan," ujar CEO Beta Technologies, Kyle Clark.
Dalam operasionalnya, pesawat ini hadir dalam dua varian utama yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Terdapat model yang dirancang khusus untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal, serta model lain yang membutuhkan landasan pacu standar untuk beroperasi.
Efisiensi yang ditawarkan teknologi ini sangat signifikan, di mana biaya energi untuk penerbangan selama satu jam hanya mencapai US$8 atau sekitar Rp145 ribu. Angka tersebut tercatat 40 kali lebih murah jika dibandingkan dengan biaya operasional pesawat terbang konvensional saat ini.
Sistem keselamatan juga menjadi prioritas utama dalam pengembangan pesawat ini. Desainnya dilengkapi dengan dua motor tersembunyi yang memungkinkan pesawat tetap stabil dan mendarat dengan aman, bahkan jika salah satu atau kedua motor mengalami kendala teknis saat terbang.
Selain itu, proses pendaratan pesawat listrik ini dirancang sedemikian rupa untuk membantu pengisian ulang baterai secara efisien. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat layanan transportasi medis serta distribusi logistik dengan menekan biaya operasional secara drastis.
Beberapa perusahaan di industri penerbangan saat ini tengah melakukan pengembangan serupa dengan target mendapatkan sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) pada tahun depan. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan standar keamanan dan kelayakan operasional pesawat listrik di ruang udara publik.
Menteri Perhubungan Amerika Serikat, Sean Duffy, bahkan telah berkesempatan mencoba langsung unit pesawat dari Beta Technologies tersebut. Pengalaman ini membuatnya optimistis terhadap masa depan industri penerbangan yang lebih modern.