TRENMEDIA.BIZ.ID - Dikutip dari Style, para penggemar produk Apple mungkin perlu menyiapkan anggaran lebih besar untuk menyambut kehadiran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026 mendatang.
Prediksi ini muncul setelah adanya analisis mengenai peningkatan biaya produksi yang cukup signifikan untuk komponen-komponen utama perangkat tersebut.
Analis dari GF Securities, Jeff Pu, memperkirakan bahwa harga jual perangkat premium ini akan melonjak sekitar US$250 hingga US$300 atau setara dengan Rp4,52 juta hingga Rp5,42 juta dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.
Spotify Hadirkan Inovasi Running Mode, Teman Baru untuk Pengalaman Berlari yang Lebih Dinamis
Sebagai perbandingan, saat ini iPhone 17 Pro dipasarkan dengan harga mulai dari US$1.099, sementara varian Pro Max dibanderol mulai dari US$1.199.
Jika estimasi tersebut benar adanya, maka harga iPhone 18 Pro bisa menyentuh angka US$1.349 hingga US$1.399, dan iPhone 18 Pro Max berpotensi naik menjadi US$1.449 hingga US$1.499.
Lonjakan biaya ini dipicu oleh penggunaan teknologi chip 2 nanometer (2nm) yang sangat mutakhir, serta kenaikan harga pada komponen memori DRAM dan NAND di pasar global.
Selain itu, tingginya permintaan terhadap komponen pendukung kecerdasan buatan (AI) di sektor industri teknologi membuat pasokan chip menjadi semakin ketat dan berujung pada tingginya biaya produksi perangkat.
"Harga yang lebih tinggi bisa menciptakan ketidakpastian terhadap permintaan iPhone generasi terbaru," ujar Jeff Pu.
Hingga saat ini, pihak Apple belum memberikan pernyataan resmi atau konfirmasi terkait potensi penyesuaian harga untuk lini iPhone yang akan dirilis pada musim gugur nanti.