TRENMEDIA.BIZ.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan kesiapan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Probowangi) Seksi 1 dan Seksi 2. Kedua ruas tol ini memiliki total panjang 24 kilometer dan telah menyelesaikan seluruh tahapan konstruksi.

Penyelesaian kedua seksi tol ini diharapkan akan secara signifikan meningkatkan konektivitas di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Hal ini diperkirakan akan memperlancar mobilitas masyarakat serta mengoptimalkan efisiensi distribusi logistik di wilayah tersebut.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan jalan tol memiliki peran strategis yang melampaui fungsi infrastruktur transportasi semata. Ia menyatakan bahwa tol merupakan instrumen penting untuk pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah.

"Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," ujar Dody Hanggodo.

Jalan Tol Probowangi, secara keseluruhan, direncanakan memiliki panjang 175,40 kilometer. Pengelolaannya dipercayakan kepada PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Ruas tol ini terbagi menjadi tujuh seksi, meliputi Seksi 1 Suko-Kraksaan (12,8 km), Seksi 2 Kraksaan-Paiton (11,2 km), Seksi 3 Paiton-Besuki (25,6 km), Seksi 4 Besuki-Situbondo (42,3 km), Seksi 5 Situbondo-Asembagus (16,7 km), Seksi 6 Asembagus-Bajulmati (37,4 km), dan Seksi 7 Bajulmati-Ketapang (29,2 km).

Total nilai investasi yang digelontorkan untuk keseluruhan tahap 1 Jalan Tol Probowangi, khususnya ruas Gending-Besuki, mencapai Rp 8,1 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen besar dalam pengembangan infrastruktur ini.

Menteri PU juga menyampaikan bahwa Seksi 1 dan Seksi 2, yang membentang dari Suko hingga Paiton, telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi dan telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO). Sementara itu, Seksi 3 Paiton-Besuki masih dalam tahap Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).

"Pembangunan ruas tol ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efisiensi ekonomi, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung pemerataan pembangunan," tutur Dody Hanggodo.