TRENMEDIA.BIZ.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Logam mulia ini kini dibanderol di level Rp2.610.000 per gram.
Dikutip dari laman portal berita, kenaikan harga ini tercatat sebesar Rp7.000 per gram dibandingkan dengan posisi harga pada hari sebelumnya. Dinamika ini terjadi di tengah meningkatnya tren transaksi logam mulia di pasar domestik.
Selain kenaikan harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam untuk pecahan 1 gram juga mengalami lonjakan signifikan. Saat ini, harga buyback berada di angka Rp2.379.000 per gram, atau naik sebesar Rp11.000 dari hari sebelumnya.
"Masyarakat yang hendak mengoleksi emas fisik sebaiknya memperhatikan selisih antara harga beli dan harga buyback yang saat ini berada di angka Rp231.000 per gram guna mengoptimalkan imbal hasil jangka panjang," ujar Kenzo Abimanyu.
PT Aneka Tambang Tbk menyediakan berbagai pilihan pecahan emas batangan, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Perlu dipahami bahwa semakin besar bobot gramasi yang dibeli, harga per gramnya cenderung menjadi lebih efisien karena biaya cetak yang lebih rendah.
Setiap transaksi emas fisik di Indonesia tunduk pada aturan perpajakan nasional, yakni PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Regulasi ini mengatur besaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 yang dibedakan berdasarkan kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pembeli.
Untuk transaksi buyback dengan nilai nominal di atas Rp10.000.000, terdapat ketentuan pemotongan pajak langsung pada hasil penjualan. Kebijakan ini merupakan bagian dari prosedur standar dalam transaksi emas batangan Antam.
Pergerakan harga logam mulia di dalam negeri sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan nilai tukar mata uang. Pada awal Agustus 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat berada di level Rp16.250 per dolar AS.
"Karena patokan harga emas dunia dihitung dalam standar troy ounce, maka setiap perubahan nilai tukar memberikan dampak langsung terhadap konversi harga emas Antam," kata Kenzo Abimanyu.