TRENMEDIA.BIZ.ID - Upaya menjaga keamanan pintu masuk negara kembali ditunjukkan oleh jajaran Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta. Petugas berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamin yang dibawa oleh penumpang pesawat di Terminal 2F Kedatangan Internasional pada Senin (3/8).

Pihak berwenang mengamankan tiga orang penumpang wanita warga negara asing yang diduga berasal dari Malaysia. Ketiga wanita yang membawa barang haram tersebut masing-masing diketahui berinisial WLSN, TKL, dan HBN.

Berdasarkan informasi kronologi yang diterima pada Selasa (4/8/2026), para pelaku menumpang pesawat dengan rute kedatangan dari Kinabalu, Malaysia. Petugas di lapangan langsung melakukan pemantauan ketat saat para penumpang tiba di terminal kedatangan.

Modus operandi yang digunakan para pelaku dilakukan secara terencana dengan menyembunyikan narkotika pada barang pribadi. Barang terlarang jenis ketamin tersebut diselundupkan di dalam tas perlengkapan mandi (toiletries) hingga disembunyikan di dalam sepatu.

Keberhasilan penindakan ini berawal dari kejelian petugas Behavior Detection Officer (BDO) yang sigap mengamati gerak-gerik penumpang. Sistem deteksi perilaku ini menjadi solusi praktis dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran di area bandara secara dini.

"Penindakan ini bermula dari kecurigaan petugas BDO yang mengamati gestur penumpang, sebelum akhirnya mereka diarahkan ke jalur merah untuk pemeriksaan mendalam," kata petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Dikutip dari RSS Berita.

Setelah diarahkan ke jalur merah (red channel), petugas melakukan pemeriksaan fisik serta barang bawaan secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan sesuai standar operasional prosedur untuk memastikan seluruh barang masuk bebas dari zat berbahaya.

Sebagai solusi mencegah kejadian serupa, para pengguna jasa transportasi udara diimbau untuk selalu mematuhi regulasi kepabeanan yang berlaku. Masyarakat disarankan mengisi form deklarasi barang bawaan secara jujur demi kenyamanan dan kelancaran proses pemeriksaan di bandara.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.