TRENMEDIA.BIZ.ID - Dikutip dari Investortrust.id, raksasa teknologi Nvidia dikabarkan tengah melakukan pembicaraan serius untuk menyuntikkan modal tambahan ke startup kecerdasan buatan, Perplexity. Langkah strategis ini menjadi bagian dari putaran pendanaan terbaru yang diproyeksikan akan mendongkrak valuasi Perplexity hingga melampaui angka US$ 30 miliar.
Rencana pendanaan ini muncul setelah Perplexity mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan yang sangat impresif sepanjang tahun 2026. Pendapatan tahunanisasi perusahaan kini tercatat telah menembus angka US$ 750 juta, melonjak tajam dari posisi awal tahun yang berada di bawah US$ 250 juta.
Pertumbuhan pesat tersebut disinyalir berkat kehadiran layanan Perplexity Computer. Layanan berbasis cloud ini merupakan agen AI inovatif yang dirancang khusus untuk membantu kalangan profesional dalam mengotomatisasi berbagai pekerjaan kompleks berbasis komputer.
Jika kesepakatan investasi ini terealisasi, valuasi Perplexity akan mengalami kenaikan lebih dari 50% dibandingkan putaran pendanaan sebelumnya. Sebagai catatan, pada September tahun lalu, perusahaan ini diketahui telah mencapai valuasi sebesar US$ 20 miliar.
Selain membidik pendanaan dari Nvidia, Perplexity juga terus memperkuat infrastruktur teknologinya melalui kemitraan strategis dengan Microsoft. Perusahaan telah menandatangani kesepakatan bernilai US$ 750 juta untuk memanfaatkan layanan cloud Azure milik Microsoft sejak awal tahun ini.
Jajaran investor di balik pertumbuhan Perplexity saat ini tergolong cukup bergengsi di industri teknologi global. Selain Nvidia, startup ini juga didukung oleh sejumlah tokoh dan entitas besar seperti pendiri Amazon, Jeff Bezos, serta SoftBank Group asal Jepang.
"Perusahaan memiliki rencana matang untuk melantai di bursa efek pada tahun 2028 mendatang," ujar Aravind Srinivas.
Aravind Srinivas menegaskan bahwa rencana untuk melakukan penawaran saham perdana tersebut akan tetap berjalan sesuai jadwal. Langkah ini direncanakan tidak akan terpengaruh oleh bagaimana respons pasar terhadap pencatatan saham dari perusahaan AI lainnya, yakni Anthropic dan OpenAI.
