TRENMEDIA.BIZ.ID - Wilayah perairan Nias, Sumatera Utara, baru saja diguncang oleh aktivitas seismik tektonik dengan kekuatan magnitudo 6,1. Fenomena alam ini terjadi di kedalaman menengah yang berada tepat di zona subduksi lempeng.

Peristiwa geologis tersebut kini menjadi pusat perhatian serius bagi para ahli seismologi. Mereka berupaya memetakan pelepasan akumulasi energi yang tersimpan di sepanjang patahan aktif pantai barat Sumatra.

Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, pusat gempa bumi tersebut terdeteksi berada di koordinat laut. Kedalaman hiposenter yang tercatat diketahui tidak memicu deformasi dasar laut secara signifikan.

"Berdasarkan parameter observasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berlokasi pada koordinat laut dengan kedalaman hiposenter yang tidak memicu deformasi dasar laut secara signifikan," ujar BMKG.

Para ahli mencermati karakteristik gelombang primer dan sekunder yang dihasilkan dari peristiwa ini. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas seismik yang terjadi merupakan pergerakan murni dari lempeng tektonik regional.

"Karakteristik gelombang primer dan sekunder menunjukkan aktivitas murni dari pergerakan lempeng tektonik regional," kata BMKG.

Analisis lebih mendalam mengungkapkan mekanisme sumber gempa yang terjadi di kawasan tersebut. Pergerakan ini masuk dalam kategori thrust fault atau sesar naik yang lumrah ditemukan di zona megathrust.

"Dikutip dari BMKG, analisis mekanisme sumber membuktikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault yang lazim terjadi di zona megathrust," jelas BMKG.

Fenomena pergeseran batuan ini dipicu oleh dorongan kuat dari Lempeng Indo-Australia. Lempeng tersebut menghujam ke bawah Lempeng Eurasia sehingga menciptakan pelepasan energi di titik tersebut.