TRENMEDIA.BIZ.ID - Dikutip dari Investortrust.id, teknologi seluler di kawasan Asia Pasifik diproyeksikan akan memberikan kontribusi ekonomi sebesar US$1,4 triliun pada tahun 2030. Nilai ini menunjukkan lonjakan signifikan hingga 40% dari kontribusi saat ini yang berada di angka US$1 triliun.
Pertumbuhan ekonomi digital ini tidak hanya bergantung pada konektivitas semata, melainkan juga pada respons strategis terhadap empat prioritas utama. Prioritas tersebut mencakup pengembangan kecerdasan buatan (AI), penguatan kepercayaan digital, pembangunan infrastruktur tangguh, serta pemenuhan kedaulatan digital.
Pemerintah di kawasan ini kini tengah fokus mengatasi berbagai tantangan, seperti maraknya penipuan daring dan ketidakpastian geopolitik. Langkah nyata yang diambil meliputi investasi pada infrastruktur AI lokal, sistem cloud yang aman, serta kapabilitas data nasional yang terlindungi.
"Perekonomian dan masyarakat di seluruh kawasan mengalami digitalisasi yang pesat, di mana jaringan seluler bertindak sebagai fondasi bagi adopsi AI, kepercayaan digital, dan infrastruktur digital yang tangguh. Seiring dengan penekanan pemerintah pada kedaulatan digital dan harapan masyarakat akan perlindungan yang lebih kuat dari penipuan serta ancaman siber, tanggung jawab yang diemban oleh industri kita terus bertambah," ujar Head of Asia Pacific GSMA, Julian Gorman.
Julian Gorman menambahkan bahwa melalui ajang M360 ASEAN di Kuala Lumpur, pihaknya berupaya mempertemukan para pembuat kebijakan dan inovator untuk mengatasi tantangan tersebut. Hal ini dilakukan guna memastikan transformasi digital memberikan manfaat ekonomi serta sosial yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.
Laporan tersebut juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi 5G, AI, dan Internet of Things (IoT) akan menjadi motor penggerak produktivitas di sektor jasa dan manufaktur. Selain itu, kepercayaan digital menjadi faktor krusial setelah tercatat adanya lonjakan korban penipuan daring di ASEAN dari 31% pada 2024 menjadi 45% pada 2025.
Pembangunan infrastruktur kini bergeser dari sekadar isu teknis menjadi prioritas strategis untuk menghadapi risiko iklim dan gangguan rantai pasok global. Proyeksi mencatat bahwa koneksi 5G akan mencapai 1,5 miliar pada tahun 2030, dengan belanja modal operator melebihi US$200 miliar sepanjang periode 2025 hingga 2030.
"Malaysia bangga dapat mendukung perjalanan ASEAN menuju masa depan digital yang lebih terintegrasi, inovatif, dan inklusif. Melalui penguatan kolaborasi di antara pemerintah, industri, dan masyarakat, kita dapat membuka peluang pertumbuhan baru, memperluas partisipasi digital, dan memastikan manfaat dari transformasi digital dirasakan secara merata di seluruh kawasan," tegas Menteri Komunikasi Malaysia, YB Dato’ Seri Fahmi Fadzil.
"Seiring langkah ASEAN memajukan visi ekonomi digital yang terintegrasi dan siap menghadapi masa depan, kolaborasi lintas pemerintah, industri, dan mitra regional menjadi hal yang esensial. M360 ASEAN menawarkan platform yang sangat berharga untuk merajut dialog, memperkuat kemitraan, dan mendukung upaya kolektif yang diperlukan guna mengubah ambisi digital bersama menjadi hasil nyata bagi kawasan," tutur Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn.
