TRENMEDIA.BIZ.ID - Musim kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur kini memberikan dampak nyata bagi sektor transportasi air. Penurunan debit air di Sungai Mahakam menjadi penyebab utama terhambatnya arus lalu lintas kapal di kawasan tersebut.

Kondisi ini terpantau terjadi di area Dermaga Sungai Kunjang, Samarinda. Pelabuhan tradisional yang biasanya sibuk tersebut kini tampak lebih sepi dari aktivitas normal.

Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, surutnya jalur pelayaran utama menyebabkan operasional armada kapal mengalami hambatan serius. Hal ini memicu terhentinya lalu lintas kapal pengangkut logistik maupun penumpang.

Dampak dari fenomena alam ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang beraktivitas di hulu sungai. Sejumlah kapal yang melayani rute ke Kabupaten Kutai Barat hingga Kabupaten Mahakam Ulu kini tidak dapat beroperasi secara normal.

"Penurunan debit air yang drastis ini mengakibatkan terhentinya lalu lintas kapal pengangkut logistik dan penumpang, sehingga kapal-kapal tidak bisa melayani rute ke wilayah hulu seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu," ungkap narasumber dari TIMESINDONESIA.MY.ID.

Situasi di lapangan menunjukkan adanya penurunan volume aktivitas bongkar muat barang secara signifikan. Minimnya kapal yang bersandar di dermaga membuat roda ekonomi pelabuhan melambat.

"Kondisi ini secara otomatis memicu penurunan volume aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan tradisional tersebut," ujar narasumber dari TIMESINDONESIA.MY.ID.

Kondisi ini menjadi beban berat bagi para buruh dermaga yang menggantungkan hidup dari upah harian. Mereka kini harus menghadapi masa-masa sulit akibat minimnya kapal yang membutuhkan jasa tenaga kerja.

"Para buruh dermaga yang menggantungkan hidup dari upah harian kini harus menghadapi masa-masa sulit akibat minimnya kapal yang bersandar," kata narasumber dari TIMESINDONESIA.MY.ID.