TRENMEDIA.BIZ.ID - YOGYAKRTA, Investortrust.id – Keterbatasan jaringan pipa gas bumi kini tak lagi menjadi kendala bagi pelaku usaha di Yogyakarta dan wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan. Melalui inovasi Compressed Natural Gas (CNG), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), memperluas akses energi gas bumi bagi pelanggan komersial.

Berbeda dengan penyaluran konvensional melalui jaringan pipa, CNG memungkinkan gas bumi dikompresi, diangkut, dan didistribusikan kepada pelanggan menggunakan moda transportasi non-pipa. Skema ini memberikan keleluasaan bagi PGN Gagas untuk menjangkau area yang belum terintegrasi dengan infrastruktur pipa gas bumi.

Di Yogyakarta, pemanfaatan CNG menunjukkan tren positif, khususnya dalam mendukung kebutuhan energi sektor perhotelan, restoran, dan kafe (horeka). Saat ini, volume penyaluran CNG PGN Gagas untuk skema point-to-point di Jawa Tengah Bagian Selatan telah mencapai angka sekitar 74.000 meter kubik per bulan.

"PGN Gagas mengembangkan CNG Jawa Tengah Bagian Selatan, termasuk Yogyakarta, menggunakan skema klastering dan point-to-point. Kami menargetkan klastering pada sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), sehingga pengiriman CNG dapat dilakukan kepada sejumlah pelanggan dalam satu kawasan dan lebih efisien," jelas Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan, Jumat (22/8/2026).

Melalui skema point-to-point, CNG dapat disalurkan langsung dari sumber atau fasilitas pengisian menuju pelanggan sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Sementara itu, skema klastering memungkinkan beberapa pelanggan yang berlokasi dalam satu kawasan untuk dilayani secara lebih terintegrasi.

Pendekatan ini menjadi salah satu strategi PGN Gagas untuk memperluas pemanfaatan gas bumi tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur jaringan pipa yang memakan waktu dan biaya. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam memilih sumber energi yang paling sesuai dengan operasional mereka.

Bagi sektor Horeka yang membutuhkan pasokan energi yang konsisten setiap hari, ketersediaan pasokan yang andal dan efisiensi biaya menjadi pertimbangan krusial dalam menentukan pilihan bahan bakar. CNG hadir sebagai solusi yang menjawab kebutuhan tersebut.

Selain sektor komersial, pemanfaatan CNG mulai merambah ke sektor pelayanan publik. Di Magelang, Jawa Tengah, CNG telah diaplikasikan untuk mendukung operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

CNG digunakan untuk mendukung proses memasak sekitar 1.500 hingga 2.000 porsi MBG setiap harinya. Penggunaan ini menegaskan fleksibilitas CNG dalam memenuhi berbagai kebutuhan energi, termasuk untuk fasilitas yang memerlukan pasokan bahan bakar secara rutin demi kelancaran kegiatan operasional.