TRENMEDIA.BIZ.ID - Dikutip dari Investortrust.id, Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Keuangan memutuskan untuk melakukan penyesuaian terhadap skema subsidi pembelian motor listrik di Indonesia. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan alokasi anggaran negara agar dapat menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat.

Keputusan tersebut merujuk pada perubahan besaran subsidi yang kini ditetapkan menjadi Rp3 juta per unit, dari sebelumnya sebesar Rp7 juta. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyeimbangkan disiplin fiskal dengan target ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan satu juta kendaraan roda dua berbasis listrik.

"Jika Menteri Purbaya telah menetapkannya, maka itulah kebijakan yang berlaku," ujar Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, di Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Menanggapi kekhawatiran publik terkait penurunan nilai bantuan, Faisol melihat adanya sisi positif dari kebijakan tersebut dalam hal skala ekonomi. "Semoga kebijakan ini memungkinkan kita untuk memperluas kuota penerima subsidi," kata Faisol.

Faisol juga menambahkan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan akan segera bertemu dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memfinalisasi detail teknis serta sinkronisasi administrasi terkait implementasi kebijakan ini.

Dalam upaya menurunkan harga motor listrik nasional atau "Molinas", pemerintah menargetkan harga jual ke konsumen bisa ditekan hingga kisaran Rp18 juta per unit. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa target tersebut didasarkan pada simulasi model ekonomi yang melibatkan sisi penawaran dan permintaan.

"Kami telah menyelesaikan simulasi awal dan saat ini sedang melakukan uji ketahanan terhadap kapasitas fiskal negara. Meskipun target harga Rp18 juta masih berupa simulasi, prioritas kami adalah menyusun dukungan yang berarti bagi industri sekaligus tetap berkelanjutan secara fiskal," ujar Susiwijono.

Di sisi lain, para pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mulai mewaspadai potensi penurunan permintaan pasar. Mereka menilai bahwa sensitivitas harga masih menjadi faktor utama yang menentukan keputusan pembelian masyarakat di Indonesia.

"Dampaknya pasti ada terhadap permintaan ketika subsidi turun menjadi Rp3 juta dari patokan sebelumnya sebesar Rp5 juta atau Rp7 juta. Bagi konsumen kelas menengah ke bawah, keterjangkauan harga sangat menentukan keputusan pembelian," tutur Riniwaty Sinaga selaku Public Relations & Event Executive Aismoli.