TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat temuan barang tertinggal penumpang yang mengejutkan dalam enam bulan pertama tahun 2026. Totalnya mencapai 14.890 buah, dengan estimasi nilai keseluruhan mencapai Rp10,84 miliar.
Temuan barang ini tersebar di berbagai wilayah operasional KAI di seluruh Indonesia. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan perhatian dari petugas dalam mengamankan barang-barang yang ditinggalkan oleh para penumpang.
Dari total 14.890 barang yang ditemukan, mayoritas adalah barang kategori biasa sebanyak 10.795 buah. Sisanya terdiri dari 3.371 barang berharga dan 724 makanan yang juga ikut tertinggal.
Perpres Ojek Daring Segera Terbit: Fokus Kendaraan Roda Dua, Taksi Daring di Luar Jangkauan
Barang-barang berharga yang berhasil diamankan oleh petugas KAI meliputi berbagai macam perangkat elektronik dan barang pribadi. Di antaranya adalah ponsel, tablet, laptop, perhiasan, uang tunai, serta berbagai perangkat elektronik dan barang bernilai lainnya.
Barang-barang tersebut ditemukan baik di dalam rangkaian kereta api maupun di lingkungan stasiun. Seluruh temuan kemudian dicatat dan diamankan melalui layanan khusus KAI yang dikenal sebagai Lost and Found.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menekankan pentingnya kesadaran penumpang terhadap barang bawaan mereka. Hal ini terutama relevan bagi keluarga yang bepergian dengan banyak anggota atau membawa sejumlah barang selama perjalanan.
"Menjelang turun, kami mengajak pelanggan meluangkan waktu beberapa saat untuk mengecek kembali tempat duduk, rak bagasi, dan barang yang dibawa. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu pelanggan menikmati perjalanan dengan lebih nyaman hingga tiba di tujuan," ujar Anne Purba dalam siaran pers yang dikutip Senin (10/8).
Data KAI juga menunjukkan bahwa pada bulan Juli 2026 saja, terdapat penambahan 2.234 barang temuan. Dari jumlah tersebut, 502 di antaranya merupakan barang berharga dengan estimasi nilai mencapai Rp1,98 miliar.
Catatan bulan Juli ini menjadi pengingat penting bagi para pelanggan, terutama saat situasi stasiun sedang ramai. Kondisi yang padat seringkali membuat penumpang terburu-buru dan lupa membawa barang-barangnya.
