TRENMEDIA.BIZ.ID - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja negara yang signifikan hingga akhir triwulan II 2026. Data tersebut menunjukkan angka belanja mencapai Rp1.656 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 17,8 persen secara tahunan.
Dikutip dari Money, Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa salah satu penopang utama peningkatan belanja pusat adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tercatat telah menyerap anggaran sebesar Rp101,1 triliun hingga periode Juni 2026.
"Sebagai agent of development, APBN diarahkan untuk mengakselerasi pelaksanaan program prioritas, termasuk Program MBG yang telah merealisasikan anggaran sebesar Rp 101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat," ujar Purbaya Yudhi Sadewa.
Program MBG sendiri tercatat telah memberikan dampak langsung kepada 63,13 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar Rp13,1 triliun untuk pembangunan 104 unit Sekolah Rakyat permanen sebagai bagian dari agenda prioritas nasional.
Purbaya menambahkan bahwa lonjakan belanja pemerintah pusat sebesar 29,4 persen secara tahunan didorong oleh berbagai sektor. Peningkatan ini mencakup penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga pemenuhan hak aparatur negara seperti THR dan gaji ke-13.
Dalam menjaga stabilitas ekonomi, APBN juga menjalankan fungsi sebagai shock absorber di tengah dinamika global. Pemerintah telah merealisasikan subsidi sebesar Rp116 triliun dan dana kompensasi mencapai Rp116,9 triliun untuk memastikan ketersediaan serta keterjangkauan harga energi dan pangan.
Program perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu juga terus dioptimalkan hingga pertengahan tahun ini. Realisasi anggaran untuk Program Keluarga Harapan (PKH) tercatat Rp14,5 triliun, Kartu Sembako Rp19,7 triliun, dan Program Indonesia Pintar (PIP) mencapai Rp8,8 triliun.
Pemerintah turut menyalurkan berbagai stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini meliputi pemberian insentif perpajakan bagi pelaku usaha, diskon transportasi pada periode libur, serta dukungan terhadap program magang dan vokasi.
Dari sisi fiskal, pendapatan negara tercatat tumbuh 21,4 persen secara tahunan menjadi Rp1.459,4 triliun hingga akhir triwulan II 2026. Sementara itu, realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp452 triliun, yang menunjukkan peningkatan 59,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.