TRENMEDIA.BIZ.ID - Langkah nyata menuju era transportasi bersih di Indonesia kian menampung harapan baru. Pemerintah tengah merampungkan skema insentif besar-besaran untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di tanah air.
Dikutip dari Detik Oto, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan secara langsung program stimulus yang menargetkan sekitar 500 ribu unit mobil dan sepeda motor listrik dalam waktu dua hingga tiga pekan mendatang.
Kebijakan strategis ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada gelaran Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) di ICE BSD, Tangerang, Rabu (5/8/2026). Saat ini, skema pemotongan pajak tersebut masih berada dalam tahap penghitungan akhir oleh kementerian terkait.
"Saya pikir dua atau tiga pekan dari sekarang, presiden akan meluncurkan stimulus untuk kendaraan listrik, termasuk 500.000 motor dan mobil listrik juga. 100 persen PPnBM, PPN ya PPN, VAT ditanggung pemerintah, 40 persen untuk kendaraan listrik tertentu," kata Purbaya Yudhi Sadewa.
"Yang baterai nickel base sama lithium base agak beda sedikit," tutur Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan adanya pembedaan nilai insentif berdasarkan jenis teknologi baterai yang digunakan.
"Bahwa basisnya adalah mereka yang masuk dalam program mobil nasional dan mereka yang masuk ke program motor nasional. Kita kan kementerian teknisnya mempersiapkan policy apa yang disiapkan oleh Menko Ekon itu nanti teknisnya kita siapkan," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di arena GIIAS.
"Ke depan akan ke sana. (Insentif NMC menjadi) bagian salah satu strateginya," sebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia saat menekankan pentingnya penguatan industri baterai berbasis nikel lokal, sebagaimana dikutip dari Antara.
"Kalau jarak-jarak pendek itu LFP biasanya, tetapi kalau jarak panjang itu nikel masih lebih paten," ungkap Bahlil Lahadalia menambahkan alasan mengapa baterai nikel menjadi prioritas utama dibanding lithium iron phosphate.
Melalui sinergi lintas kementerian dan kepastian stimulus perpajakan ini, pemerintah optimistis ekosistem kendaraan listrik nasional akan berkembang pesat. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga memperkuat ketahanan industri otomotif berbasis sumber daya lokal.