TRENMEDIA.BIZ.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 dilaporkan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Peristiwa alam ini menimbulkan dampak yang signifikan dan luas bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Kejadian gempa bumi ini memaksa lebih dari 5.000 warga untuk segera meninggalkan kediaman mereka. Mereka mencari perlindungan dan tempat aman di lokasi-lokasi pengungsian yang telah disiapkan.
Situasi darurat yang terjadi ini segera menjadi perhatian utama dari pemerintah pusat maupun badan penanggulangan bencana nasional. Upaya penanganan darurat mulai digalakkan secara intensif.
"Memaksa lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana ini turut menelan 47 korban jiwa dan memicu kerusakan bangunan yang sangat masif," disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Pernyataan tersebut disampaikan Berton SP Panjaitan dalam keterangan resminya yang dikeluarkan pada hari Minggu, 16 Agustus 2026. Laporan ini merinci dampak awal dari gempa yang mengguncang NTT.
Gempa bumi dahsyat ini juga dilaporkan memicu terjadinya ratusan gempa susulan. Aktivitas seismik lanjutan ini menambah kekhawatiran dan ketidakpastian bagi masyarakat yang terdampak.
Kerusakan bangunan yang terjadi akibat gempa ini dilaporkan sangat masif. Banyak infrastruktur publik dan rumah warga yang mengalami kerusakan parah, membutuhkan penanganan segera.
Pemerintah melalui badan terkait terus berupaya melakukan penilaian menyeluruh terhadap skala kerusakan dan kebutuhan bantuan bagi para korban. Evakuasi dan penanganan medis menjadi prioritas utama.
Upaya pemulihan dan rehabilitasi pasca-gempa akan menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dan pusat. Koordinasi antarlembaga diharapkan dapat mempercepat proses penanganan bencana ini.
