TRENMEDIA.BIZ.ID - Pemerintah Indonesia tengah berupaya keras untuk meningkatkan peran industri gim lokal di pasar domestik yang saat ini baru mencapai angka 2,5%. Langkah strategis ini difokuskan untuk mendorong akselerasi dan komersialisasi produk gim tanah air agar mampu bersaing di kancah internasional.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, dalam sebuah diskusi bertajuk Hari Gim Indonesia (Hargai) yang diselenggarakan di Jakarta pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Fokus utama kini bukan hanya pada penciptaan produk gim, melainkan pada bagaimana gim lokal dapat menembus pasar global.
"Kalau kita bicara ide, sebenarnya kita tidak kalah. Tinggal bagaimana kita dorong lagi supaya bisa masuk pasar global dengan jauh lebih agresif," ujar Riefky Harsya.
Pemerintah berencana untuk memperkuat program akselerasi bagi para pelaku industri gim yang telah memiliki produk dan berada dalam tahap pengembangan. Tujuannya adalah agar studio gim yang telah berinvestasi waktu bertahun-tahun tidak mengalami kemunduran atau bahkan berhenti beroperasi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui konsep "local hero go national" dan "national champion go global". Kemenekraf berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkomdigi) serta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memfasilitasi sekitar 10 developer gim Indonesia tampil di ajang Gamescom di Jerman.
Ketua Asosiasi Game Indonesia (AGI), Syafiq Hussein, menyoroti pentingnya akses pendanaan dan promosi yang lebih besar bagi industri gim nasional. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana produk gim lokal dapat masuk dan bertahan di pasar global.
"Kita bukan lagi kesulitan membuat gim, tetapi kesulitannya adalah bagaimana mengembangkan apa yang sudah ada supaya layak dan bisa masuk ke pasar global," jelas Syafiq Hussein.
Dari sisi fasilitasi bisnis, Kemenkomdigi actively mendorong program Indonesia Game Developer Exchange (IGDX). Program ini menjadi platform penting untuk _business matchmaking_ industri gim Indonesia, dengan potensi transaksi yang diperkirakan mencapai sekitar US$ 170 juta.
Selain akses pasar, pemerintah juga berkomitmen memperkuat fondasi digital untuk mendukung pertumbuhan industri gim. Kemenkomdigi melaporkan bahwa program Kampung Internet kini telah menjangkau sekitar 2.000 titik di seluruh Indonesia, guna memperluas konektivitas hingga ke daerah-daerah terpencil.
