TRENMEDIA.BIZ.ID - Tempe mendol merupakan salah satu kuliner tradisional asal Malang yang digemari karena perpaduan rasa gurih dan teksturnya yang unik. Hidangan ini biasanya disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat atau pelengkap menu sarapan masyarakat setempat.

Banyak orang sering mengalami kesulitan saat membuat mendol karena adonan yang mudah hancur ketika digoreng. Padahal, rahasia utamanya terletak pada teknik pengolahan tempe serta cara pembentukan adonan yang benar agar hasilnya sempurna.

Dikutip dari media terkait, kunci utama untuk mendapatkan mendol yang kokoh adalah konsistensi saat menghaluskan tempe. Proses ini harus dilakukan dengan tepat agar tekstur bagian dalam tetap lembut sementara bagian luarnya renyah.

"Membuat tempe mendol khas Malang yang padat, gurih, dan tidak mudah hancur saat digoreng dapat dicapai dengan menerapkan teknik pengolahan tempe, pembentukan adonan, serta cara menggoreng yang tepat," ujar Nadia Anggraeni, S.Ikom.

Selain teknik pengolahan, pemilihan bahan baku tempe yang berkualitas menjadi faktor penentu keberhasilan. Tempe yang digunakan sebaiknya tidak terlalu baru agar aromanya lebih kuat dan mudah menyatu dengan bumbu rempah.

Langkah selanjutnya adalah memastikan adonan dipadatkan dengan baik sebelum dimasukkan ke dalam minyak panas. Teknik memadatkan ini akan menjaga bentuk mendol tetap utuh dan tidak terurai saat proses penggorengan berlangsung.

"Hasil akhirnya berupa lauk yang padat dan renyah di luar namun tetap lembut di dalam," kata Nadia Anggraeni, S.Ikom.

Dalam penyajiannya, tempe mendol paling nikmat disantap sesaat setelah diangkat dari penggorengan. Suhu panas yang masih terjaga akan memberikan sensasi tekstur yang optimal bagi siapa saja yang menikmatinya.

Informasi mengenai tips membuat hidangan khas Malang ini dipublikasikan pada 1 Agustus 2026. Diharapkan panduan ini dapat membantu pembaca di rumah untuk menyajikan menu tradisional yang berkualitas tinggi.