TRENMEDIA.BIZ.ID - Kawasan Petak Enam di Glodok, Jakarta Barat, kini memiliki destinasi kuliner baru bernama Rumah Kue Peranakan Tuan Wen 1980. Gerai ini resmi hadir sebagai tempat yang menyajikan aneka kudapan tradisional Tionghoa dengan sentuhan konsep yang lebih modern.

Dikutip dari Media Indonesia, toko ini didirikan oleh Andrye Setiawan yang terinspirasi dari memori masa kecilnya. Ia memiliki visi untuk melestarikan resep warisan leluhur agar tetap relevan bagi berbagai generasi di Indonesia.

"Ini berawal dari memori masa lalu saya yang sering menikmati kue-kue tradisional Chinese peranakan. Saya ingin membawa kembali kenangan itu agar tetap hidup di Indonesia. Kami ingin menghadirkan kue peranakan Tionghoa dengan konsep lebih modern namun tetap mempertahankan cita rasa aslinya," ujar Andrye Setiawan.

Gerai ini mengklaim sebagai salah satu perintis toko kue peranakan dengan konsep modern di Jakarta. Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari mooncake yang tersedia sepanjang tahun, piak keju, char siu ayam halal, hingga lemper ayam dengan harga mulai dari Rp9.000 hingga Rp18.000.

"Kami ingin masyarakat tidak perlu menunggu perayaan tertentu untuk menikmati mooncake. Semua produk bisa dinikmati kapan saja, dengan pilihan rasa yang sudah kami sesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia," kata Andrye Setiawan.

Pemilihan lokasi di Petak Enam dilakukan karena kawasan tersebut merupakan pusat sejarah kebudayaan peranakan. Selain itu, wilayah Glodok saat ini telah berkembang menjadi titik kumpul utama bagi para penikmat wisata kuliner.

"Konsep kami memang sangat cocok berada di Chinatown. Selain masyarakat sekitar, sekarang kawasan ini juga menjadi tujuan wisata kuliner sehingga banyak wisatawan yang datang," ujar Andrye Setiawan.

Untuk memastikan kualitas rasa, pengembangan resep dilakukan melalui riset mendalam hingga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Formula tersebut kemudian disesuaikan dengan selera lokal dan diproduksi secara mandiri di dapur toko.

"Bahan baku kami pilih dengan baik dan seluruh proses dilakukan di dapur sendiri agar kualitasnya tetap terjaga. Kami ingin setiap orang mendapatkan pengalaman menikmati kue tradisional yang autentik," jelas Andrye Setiawan.