TRENMEDIA.BIZ.ID - Rumah produksi Imajinari baru saja meluncurkan sebuah karya pelengkap untuk film terbaru mereka, "Operasi Pesta Copet", dalam bentuk buku seni atau artbook. Langkah ini diambil untuk memperkaya pemahaman penonton mengenai latar belakang cerita yang disajikan.

Tujuan utama dari peluncuran artbook ini adalah untuk memberikan wawasan yang lebih komprehensif kepada audiens. Melalui artbook ini, diharapkan penonton dapat menangkap konteks film secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi visual semata.

Proyek artbook ini melibatkan berbagai elemen kreatif yang dirancang khusus. Tujuannya adalah agar para penggemar sinema mendapatkan pengalaman yang lebih menarik dan mendalam terkait dengan film "Operasi Pesta Copet".

Sutradara film, Edy Khemod, menjelaskan bahwa isi artbook ini jauh melampaui sekadar kumpulan visual dari film. Buku tersebut memuat hasil riset yang mendalam mengenai fenomena pencopetan.

Ia mengungkapkan bahwa praktik pencopetan ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Riset ini bertujuan untuk memberikan dimensi historis pada tema yang diangkat dalam film tersebut.

"Artbook ini tidak hanya berisi visual film, tetapi juga memuat riset mendalam mengenai fenomena pencopetan," ujar Edy Khemod.

Lebih lanjut, Edy Khemod menambahkan pandangannya mengenai akar sejarah dari fenomena ini. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut telah eksis sejak lama di tanah air.

"Ia menyebut bahwa praktik ini ternyata memiliki akar sejarah yang cukup panjang di Indonesia," kata Edy Khemod.

Dikutip dari Kompas.com, peluncuran buku seni ini merupakan bagian dari strategi pendukung. Tujuannya adalah untuk memastikan penonton mendapatkan pemahaman yang kaya akan konteks film.