TRENMEDIA.BIZ.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sedang mengupayakan agar Bandara Internasional Nusantara dapat difungsikan sebagai embarkasi untuk jemaah haji dan umrah di masa mendatang. Upaya ini didasari oleh potensi jumlah jemaah yang cukup besar dari wilayah sekitar.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa untuk memenuhi syarat sebagai embarkasi haji, hanya dibutuhkan sekitar 400 jemaah. Angka ini dinilai sangat mungkin terpenuhi dari provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan, bahkan belum termasuk potensi dari wilayah Sulawesi yang berdekatan.
"Kalau bisa dipakai untuk embarkasi umrah dan haji, karena hanya butuh 400 jemaah kalau mau jadi embarkasi haji. Jadi kalau Kaltara, Kaltim, Kalsel pasti sudah lebih, belum nanti Sulawesi yang dekat-dekat sini," ujar Basuki di City Hall IKN, Kalimantan Timur, pada Jumat (14/8).
Rencana ini telah mulai dikomunikasikan dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah. Namun, realisasi dari usulan ini masih sangat bergantung pada perubahan status operasional Bandara Internasional Nusantara.
Saat ini, Bandara Internasional Nusantara masih berstatus sebagai bandara khusus. Agar dapat melayani penerbangan haji dan umrah secara komersial, statusnya perlu ditingkatkan menjadi bandara umum.
"Insyaallah tinggal nanti kita menunggu Perpresnya untuk berubah VVIP, Bandara Khusus menjadi bandara komersial," jelas Basuki mengenai langkah selanjutnya yang perlu ditempuh.
Bandara Internasional Nusantara sendiri dijadwalkan mulai beroperasi pada 12 Juni 2025 dengan kode ICAO WALK. Dalam statusnya saat ini, bandara ini diperuntukkan bagi penerbangan kenegaraan, instansi pemerintah, serta penerbangan charter dan private flight.
Agar dapat menjadi embarkasi haji, perubahan status menjadi bandara umum sangat krusial. Hal ini memungkinkan bandara tersebut untuk melayani transportasi penumpang dan kargo bagi masyarakat secara komersial, termasuk untuk keperluan ibadah haji dan umrah.
Basuki Hadimuljono optimis terhadap prospek Bandara IKN untuk mendukung penerbangan haji dan umrah. Prospek ini didukung oleh fasilitas landasan pacu yang sangat memadai.
