TRENMEDIA.BIZ.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Peristiwa alam dahsyat ini menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan pada berbagai infrastruktur vital.

Kerusakan paling parah tercatat pada sektor pendidikan, di mana sebanyak 87 fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan. Fasilitas-fasilitas ini tersebar di beberapa kabupaten yang terdampak langsung oleh guncangan kuat tersebut.

Wilayah yang terdampak kerusakan fasilitas pendidikan meliputi Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Sebaran ini menunjukkan luasnya jangkauan dampak gempa.

Gempa bumi ini terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026, sebuah hari yang seharusnya penuh aktivitas normal namun berubah menjadi momen keprihatinan mendalam bagi masyarakat NTT. Kekuatan guncangan yang mencapai 7,7 magnitudo menyebabkan kerusakan meluas.

Peristiwa ini berpusat di wilayah Nusa Tenggara Timur, sebuah provinsi yang kerap dilanda aktivitas seismik mengingat posisinya di cincin api Pasifik. Guncangan terasa kuat hingga ke beberapa daerah tetangga, namun fokus utama kerusakan terjadi di dalam wilayah NTT sendiri.

Dampak gempa tidak hanya terbatas pada fasilitas pendidikan, tetapi juga merambah ke berbagai fasilitas umum lainnya yang ikut mengalami kerusakan. Detail mengenai jenis dan tingkat kerusakan fasilitas umum ini masih dalam pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Sejauh ini, data menunjukkan bahwa 87 fasilitas pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan ini bervariasi mulai dari ringan hingga berat, yang mengakibatkan banyak siswa tidak dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar di sekolah mereka.

Pemerintah daerah bersama dengan lembaga terkait tengah berupaya melakukan asesmen menyeluruh terhadap kerusakan yang terjadi. Prioritas utama saat ini adalah penanganan darurat bagi korban dan pemulihan fasilitas-fasilitas vital yang terdampak gempa.

Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, "Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026."