TRENMEDIA.BIZ.ID - Kinerja keuangan SpaceX mencatatkan lonjakan pendapatan signifikan pada kuartal kedua tahun 2026 sebesar 7,8 miliar dolar AS setelah resmi menjadi perusahaan publik pada Juni lalu. Namun, pergerakan saham perusahaan teknologi luar angkasa tersebut mengalami koreksi akibat tingginya alokasi anggaran untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dikutip dari BBC, lonjakan pendapatan sebesar 92 persen secara tahunan ini diimbangi oleh peningkatan beban biaya operasional yang membengkak hingga lebih dari 550 persen.

Total pengeluaran perusahaan tercatat mencapai 18,3 miliar dolar AS, yang berakibat pada pembentukan rugi bersih sebesar 2 miliar dolar AS sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Sebagian besar ekspansi modal dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pusat data komputasi tinggi serta integrasi AI pada jaringan satelit. Dilansir dari CNBC, divisi AI SpaceX sendiri mengalami kerugian operasional sebesar 1,2 miliar dolar AS dengan perolehan pendapatan mencapai 2,5 miliar dolar AS.

"Banyak pihak yang sebenarnya masih meremehkan potensi pertumbuhan serta kapasitas bisnis jangka panjang dari SpaceX," ujar Elon Musk.

"Bukan hal yang mustahil jika suatu saat nanti, layanan Starlink akan mengoperasikan sebagian besar infrastruktur internet di seluruh dunia," kata Elon Musk.

Selain menyoroti keberhasilan unit bisnis Starlink yang membukukan pendapatan 1,6 miliar dolar AS, Musk menyampaikan bahwa kapasitas komputasi AI perusahaan saat ini telah mencapai 1,4 gigawatt. Target tersebut diproyeksikan melonjak hingga 10 gigawatt pada tahun depan melalui pembangunan pusat data baru. Pihaknya juga optimistis pendapatan total dapat menembus angka 1 triliun dolar AS pada tahun 2030, bersamaan dengan persiapan penangkapan tahap atas roket Starship menggunakan lengan Mechazilla di Starbase.

"Pengeluaran modal perusahaan diperkirakan akan tetap berada pada tingkat yang sangat mirip sepanjang sisa tahun ini," ujar Bret Johnson.

"SpaceX bisa segera menyerupai perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan yang ditopang oleh bisnis luar angkasa yang luar biasa," ujar Matt Britzman.

"Meskipun pertumbuhan jumlah pelanggan Starlink sangat kuat, divisi AI masih merugi seiring peningkatan pengeluaran sehingga terlalu dini untuk menilai perusahaan ini diremehkan secara keseluruhan," kata Fabien Yip.

"Elon Musk akan selalu menjadi sosok yang berani mengambil langkah besar, namun terdapat fakta dan visi jelas di mana Starlink pada dasarnya menempatkan jaringan internet di langit untuk membantu daerah yang minim akses kabel," kata Wendy Souvannarath.