TRENMEDIA.BIZ.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang secara signifikan akan membatasi impor polisilikon. Langkah ini menetapkan tarif sebesar 15% untuk produk bahan kimia penting tersebut, yang mulai berlaku pada 6 Agustus 2026.
Pemberlakuan tarif ini merupakan upaya strategis Washington untuk melindungi industri dalam negeri dari dominasi produsen China. Perintah eksekutif tersebut juga menetapkan harga impor minimum untuk polisilikon dan produk terkait, yang dijadwalkan mulai efektif pada Desember 2026.
Keputusan ini diambil setelah dilakukannya penyelidikan keamanan nasional terkait produksi polisilikon di luar negeri. Tujuannya adalah untuk memulihkan daya saing produsen Amerika Serikat yang tergerus oleh persaingan ketat dari China, yang kini hampir menguasai pasar global.
Presiden Trump sendiri mengungkapkan kekhawatirannya mengenai penurunan drastis pangsa pasar Amerika Serikat dalam produksi polisilikon. "Material ini sangat penting bagi peralatan militer dan elektronik, namun impor telah menyebabkan pangsa AS dalam produksi polisilikon global merosot dari 50% pada 2005 menjadi kurang dari 2% pada tahun 2024," ujar beliau.
Lebih lanjut, Presiden Trump mengindikasikan adanya rencana insentif yang akan ditawarkan oleh pemerintah. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan produksi polisilikon di dalam negeri, sehingga sektor ini dapat kembali bangkit dan bersaing di pasar global.
Menanggapi kebijakan AS, Kedutaan Besar China di Washington menyatakan ketidaksetujuannya yang mendalam. Pihak kedutaan menyebut langkah tersebut "sangat mengganggu" hubungan perdagangan antara kedua negara.
"Washington dianggap menyalahgunakan kekuasaan negara untuk menyasar bisnis China," ujar pihak kedutaan. Pernyataan ini menegaskan bahwa China melihat tindakan AS sebagai upaya yang tidak adil untuk menargetkan perusahaan mereka.
Pihak kedutaan China juga menambahkan pandangannya bahwa proteksionisme bukanlah solusi yang tepat untuk meningkatkan daya saing Amerika Serikat. Pernyataan ini menggarisbawahi ketegangan yang masih tinggi dalam hubungan diplomatik dan ekonomi kedua negara.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengonfirmasi bahwa rekomendasi mengenai tarif dan harga impor minimum telah diterima dan diimplementasikan melalui perintah eksekutif. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah AS dalam mengambil tindakan konkret.
