TRENMEDIA.BIZ.ID - Serangkaian insiden kecelakaan yang melanda berbagai moda transportasi di Indonesia belakangan ini memicu keprihatinan mendalam. Kejadian tersebut dinilai sebagai indikasi kuat adanya pelemahan dalam sistem pengawasan pemerintah terhadap aspek keselamatan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi V DPR, Lasarus, yang secara tegas menyampaikan pandangannya kepada investortrust.id. Pernyataannya ini merespons langsung insiden tragis kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Jawa Timur, pada 2 Agustus 2026, yang merenggut nyawa lima orang.

"Ini kan kejadian sudah berulang-ulang kali. Kalau saya lihat sih lemahnya pengawasan dari pemerintah," ujar Lasarus, menyoroti pertanyaan krusial mengenai izin berlayar kapal yang muatannya belum terjamin keamanannya. Ia menambahkan, "Kondisi kapal juga belum tentu aman. Tapi penyebabnya kan belum ketahuan, kita lagi tunggu investigasi dari KNKT."

Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II tersebut telah mengakibatkan lima korban jiwa, menambah daftar panjang kecelakaan transportasi yang terjadi.

Lebih lanjut, Lasarus menggarisbawahi bahwa terulangnya kecelakaan transportasi merupakan cerminan dari minimnya pengawasan pemerintah. Ia juga menyoroti adanya informasi mengenai ketidaksesuaian antara data manifes dan jumlah penumpang KMP Mutiara Sentosa II.

"Saya dapat informasi juga antara manifest dengan jumlah penumpang juga tidak sama. Ini selalu juga berulang," tegasnya, menjelaskan bahwa data penumpang yang akurat sangat krusial untuk identifikasi dan pencarian korban saat terjadi insiden.

Oleh karena itu, Lasarus mendesak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kebakaran kapal tersebut.

"Ini kejadian berulang dan perlu diinvestigasi secara menyeluruh oleh KNKT. Ini adalah gambaran lemahnya pengawasan Kementerian Perhubungan terhadap moda transportasi," lugas politisi PDI Perjuangan itu.

Tak hanya insiden kapal laut, perhatian Lasarus juga tertuju pada sejumlah kecelakaan transportasi lain yang baru-baru ini terjadi. Ia menyebutkan kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 dan kecelakaan bus ALS di wilayah Sumatra pada 6 Mei 2026.