TRENMEDIA.BIZ.ID - Bank Nagari mencatatkan kenaikan signifikan pada komposisi dana milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang tersimpan di kas mereka. Saat ini, porsi dana tersebut telah mencapai angka 20 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikelola oleh bank tersebut.

Dikutip dari media lokal setempat, fenomena ini menunjukkan adanya perputaran arus kas daerah yang semakin intensif di bank kebanggaan masyarakat Sumatra Barat tersebut. Kondisi ini sekaligus memperkuat posisi likuiditas bank dalam mendukung berbagai program pembangunan di tingkat daerah.

Peningkatan porsi dana tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh dinamika kebijakan keuangan nasional. Salah satu faktor utama yang menjadi pemicu adalah adanya relaksasi efektivitas Transfer ke Daerah (TKD) yang diberikan oleh pemerintah pusat.

"Peningkatan dana pemda di Bank Nagari salah satunya dipengaruhi relaksasi efektivitas transfer ke daerah (TKD) yang diberikan pemerintah pusat," ujar pihak manajemen Bank Nagari dalam keterangannya.

Kebijakan relaksasi TKD ini memberikan fleksibilitas bagi pemerintah daerah dalam mengelola anggaran mereka. Dengan kemudahan ini, aliran dana dari pusat ke daerah menjadi lebih lancar dan tercatat dengan baik di perbankan lokal.

Langkah ini dinilai sangat strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi di wilayah Sumatra Barat. Dengan dana yang tersimpan di Bank Nagari, pemerintah daerah memiliki akses yang lebih mudah untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur dan layanan publik.

Ke depannya, Bank Nagari berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan bagi nasabah pemerintah daerah. Hal ini dilakukan guna memastikan pengelolaan dana APBD berjalan efisien dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat luas.

Stabilitas porsi dana ini diharapkan dapat bertahan di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis. Bank Nagari sendiri terus melakukan penguatan sistem perbankan digital untuk mendukung transparansi pengelolaan dana daerah tersebut.

Follow trenmedia.biz.id
Follow on Google